WBP Nasrani Lapas Narkotika Rumbai Rutin Ibadah, Mensyukuri Setiap Anugerah Tuhan

Sidik-investigasi.com, Pekanbaru – bertempatan di Gereja Anugerah Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Kristen dengan khidmat dan rutin melaksanakan giat ibadah sebagai wujud syukur atas anugerah Tuhan. Selasa (16/09/2025).

Dalam pelaksanaan kegiatan ibadah ini, WBP yang beragama kristen didampingi oleh dua orang pendamping dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Pekanbaru. Pendeta menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan sehingga kegiatan ibadah yang diselenggarakan setiap hari dapat terlaksana secara aman, lancar dan berlanjut.

Kalapas Narkotika Rumbai, juga menyampaikan bahwa sesuai dengan jadwa yang tertera. Para WBP umat kristiani selalu aktif melaksanakan berbagai peribadatannya, Beliau pun menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pengurus pembinaan rohani kristen yang terus berinovasi dan bersinergi sehingga membimbing WBP umat kristiani melaksanakan ibadahnya.

“Lapas Narkotika Rumbai adalah milik semua umat, maka saya perintahkan kepada kepada semua koordinator pembinaan keagamaan dari pegawai untuk bisa memperbanyak berbagai peribadatan sesuai agama masing-masing Wbp. Namun tetap mempertimbangkan situasi dan kondisi sehingga tercipta Lapas yang semakin religius serta tetap terjaga toleransi antar umat beragama dalam suasana yang keamanan yang kondusif” Ujar Kalapas.

Sangat jelas bahwa tugas dari pemasyarakatan adalah membina warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat secara utuh tanpa adanya stigma buruk yang signifikan atau reintegritasi sosial, Salah satunya adalah dengan melaksanakan kegiatan peribadatan kristiani yang secara khusus untuk warga binaan yang beragama kristen.

“Melalui kegiatan harian para WBP di Lapas Narkotika Rumbai ini dilakukan salah satunya dengan beribadah, menanam kebiasaan beribadah kepada seluruh WBP sesuai dengan agamanya masing-masing bertujuan untuk membentuk kebiasaan mereka selama menjalani pidana di Lapas Narkotika Rumbai ini dan semoga kebiasaan itu dapat diteruskan pula setelah mereka bebas nantiknya” Pungkas Kalapas.

Kabiro – Ayu Amelia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *