Gelar Karya P5 dan Pentas Seni SLB Bhakti Luhur Maumere : Tampilkan Berbagai Hasil Karya Inovasi dan Ajang Bakat dan Kreativitas
Sikka. Sidik-Investigasi.com
Sekolah Luar Biasa ( SLB) Bhakti Luhur Maumere Kabupaten Sikka Flores NTT gelar Karya P5 dan Pentas Seni berlangsung di Aula Lepo Tagang Paulus Jansen Susteran Alma Wairklau Sabtu ( 21/6/2025).
Hasil Karya peserta didik SLB Bhakti Luhur Maumere d alam tema P5 Gaya Hidup Berkelanjutan berupa Asinan Buah, Es Cincau, Botol Bekas dibuat menjadi kontak pensil. Sedangkan muatan lokal ( Nasi Merah dan Ikan Kering Balik Tomat, Rumpu Rampe dan Es.
Sedangkan pada tema Kearifan Lokal menghasilkan Sembar ( Selempang), Lekun Bakar. Untuk keterampilan hasilkan Gantungan Kunci, Bingkai Hiasan Dinding, Lampu Hias, Hiasan Dinding Kriya Kayu, Kotak Tissue dan Kotak Pensil.
Sementara itu pada Pentas Seni disuguhkan Tarian Kreasi, Pantomin, Fashion Show, Paduan Suara, Puisi, Tarian Kreasi dari Manggarai.
Chelsi curi perhatian
Pada acara akhir Pentas Seni yang mengundang decak kagum para orang tua, para Frater dan Pastor dari Biara Camilian adalah tampilnya Yohana Afrilyona Chelsiana Mbitu, anak Autis bermain keyboard sendiri dan melantunkan lagu “Epang Gawan” ( Terimakasih, Bahasa Sikka, red).

Suara merdu dan kepiawaian jari jemarinya menekan tuts keyboard mendapat Aplaus panjang hadirin dan Aula Lepo Tagang Paulus Jansen bergemuruh.
“Saya senang bermain keyboard dan hobi menyanyi, ” kata Chelsi kelas VI SLB Bhakti Luhur Maumere asal Kampung Feondari ini.
Ketua Panitia Maria Dara Sintani, S. Ag mengungkapkan tujuan kegiatan ini untuk menampilkan berbagai hasil karya inovasi dan juga pertunjukan seni dari peserta didik SLB Bhakti Luhur Maumere.
“Selain itu sebagai ajang untuk menampilkan bakat dan kreativitas para peserta didik, “ujar ibu Maria asal Kalimantan ini.
Pengawas SLB, Muryati, S, Pd ketika membuka kegiatan mengatakan Gelar Karya Expo dan Pentas Seni untuk mengetahui sejauhmana perkembangan peserta didik yang dititipkan orang tua untuk mendapatkan pendidikan di SLB Bhakti Luhur Maumere.
“Dengan kegiatan ini pula diharapkan para orang tua dan stakeholder memberikan umpan balik atas kerja para guru dan sekolah. Juga memberikan masukan demi pencapaian sekolah, ” jelas Muryati.
Pengawas yang akan pensiun pada Agustus 2025 ini pula menegaskan tanpa evaluasi dari pihak luar sehingga sekolah bisa tahu pencapaiannya sudah maksimal atau belum.

Sementara Kepala SLB Bhakti Luhur Maumere Suster Gardiana Karya, S. Pd, M. Pd, mengajak seluruh komponen baik guru, orang tua dan para stakeholder untuk berkolaborasi mendidik anak- anak berkebutuhan khusus ini. Mereka anak- anak istimewa yang harus diperhatikan.
Kepada para orang tua, Suster Corrie demikian biasa disapa mengingatkan dihadapan anak tidak boleh mengatakan mereka tidak bisa. Harus selalu memberikan support dan mengatakan mereka bisa tampil.
“Bujuklah anak kita ini dengan kasih sayang. Sampaikan kepada mereka bahwa mereka bisa . Jangan mengecilkan rasa percaya diri anak, ” pungkasnya.
Reporter : Yuven Sikka NTT
