Polisi Resort (Polres) Minahasa kembali Menjadi Sorotan Publik Setelah Beberapa Media Online Mengangkat Isu Dugaan keterlibatan Oknum APH Tipiter Jaringan Mafia Solar Bersubsidi

Minahasa, Sidik-investigasi.com

Dikutip dari pemberitaan Media Pelopor Berita ID, 24 November 2025

Polisi Resort (Polres) Minahasa kembali menjadi sorotan publik setelah beberapa media online mengangkat isu dugaan keterlibatan jaringan mafia solar bersubsidi di wilayah tersebut. Dalam laporan yang beredar, dua nama yang sering disebut—RR alias Riko dan FR alias Frenly—dikaitkan sebagai bagian dari kelompok yang diduga mengendalikan pergerakan solar bersubsidi di Minahasa.

Namun, yang membuat heboh publik adalah munculnya dugaan baru mengenai keterlibatan seorang oknum anggota Polres Minahasa yang masih aktif. Oknum tersebut disebut dalam pemberitaan sebagai GT alias Grey, berpangkat Brigadir, dan bertugas di unit Tipidter (Tindak Pidana Tertentu).

Diduga Berperang di Lapangan

Menurut informasi yang dikutip dari Media Pelopor Berita ID, Grey diduga memiliki peran besar dalam mengatur jalannya aliran solar subsidi di sejumlah SPBU dalam wilayah hukum Polres Minahasa. Disebutkan bahwa ia diduga mengawasi, mengontrol, bahkan ikut mengatur pihak-pihak yang terlibat dalam pengambilan BBM bersubsidi tersebut.

Sumber media juga menyebutkan bahwa Grey diduga bersikap arogan terhadap pihak lain yang juga terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut, termasuk dugaan intimidasi dan intervensi kepada para pelaku agar mengikuti arahannya. Informasi ini, menurut pemberitaan, menjadi salah satu dasar kecurigaan bahwa jaringan distribusi solar ilegal di Minahasa tidak bergerak sendiri.

Harapan Publik terhadap Penegakan Hukum

Sebagai anggota Tipidter, seharusnya tugas Grey adalah melakukan penindakan dan pelaporan kepada pimpinan ketika menemukan dugaan pelanggaran khususnya di bidang migas. Namun beberapa bukti yang disebutkan oleh media (yang belum dipublikasikan kepada publik secara rinci) mengarah pada dugaan keterlibatan langsung oknum tersebut dalam aktivitas yang justru bertentangan dengan tugas dan kewenangannya.

Selain itu, pemberitaan menyebutkan dugaan adanya hubungan kerja sama antara Grey dengan beberapa pelaku yang diduga sebagai pemain besar dalam jaringan solar bersubsidi, termasuk Riko, Frenly, dan seorang individu bernama Afke. Seluruh dugaan ini masih perlu penyelidikan mendalam untuk memastikan validitasnya.

Polda Sulut Diminta Turun Tangan

Dengan mencuatnya isu yang menyentuh institusi penegak hukum, berbagai pihak – termasuk masyarakat dan pemerhati hukum – meminta Kapolda Sulut serta jajaran Paminal Polda Sulut untuk menindaklanjuti informasi tersebut. Penanganan transparan dinilai sangat penting demi menjaga nama baik institusi Polri dan mengembalikan kepercayaan publik, terutama apabila dugaan tersebut terbukti.

Masyarakat berharap proses penyelidikan dilakukan secara profesional, tanpa tebang pilih, baik kepada para pelaku yang disebut-sebut sebagai mafia solar maupun kepada oknum aparat yang namanya dikaitkan dalam laporan media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *