Probolinggo,,sidk-investigasi.com – Probolinggo – Panitia Seleksi Calon Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo secara resmi mengumumkan hasil seleksi administrasi calon direktur melalui Pengumuman Nomor 002/PANSEL/XII/2025 tertanggal 18 Desember 2025. Dalam pengumuman tersebut, sejumlah peserta dinyatakan lulus dan tidak lulus seleksi administrasi dengan berbagai alasan, mulai dari batas usia hingga kelengkapan dan kesesuaian berkas persyaratan.
Seiring diumumkannya hasil seleksi administrasi tersebut, muncul sorotan publik terhadap mekanisme dan indikator penilaian yang digunakan panitia seleksi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah wacana menjadikan sertifikat manajemen air sebagai syarat mutlak dalam proses seleksi calon direktur.
Sejumlah pihak menilai, proses seleksi Calon Direktur Perumdam Tirta Argapura harus dilakukan secara transparan dan objektif, dengan mengedepankan rekam jejak serta pengalaman manajerial para kandidat, bukan hanya berfokus pada kepemilikan sertifikat tertentu.
“Yang harus diutamakan adalah calon direktur yang benar-benar memiliki pengalaman manajemen kerja yang baik di perusahaan sebelumnya. Sertifikat manajemen seharusnya menjadi bukti pendukung kompetensi, bukan satu-satunya penentu kelayakan calon,” ujar salah satu pemerhati kebijakan daerah, Sabtu (20/12/2025).
Kritik tersebut juga menyinggung kinerja manajemen Perumdam Tirta Argapura pada periode sebelumnya. Meski pimpinan lama disebut memiliki sertifikat manajemen air, namun selama kurang lebih delapan tahun masa kepemimpinan, kinerja perusahaan dinilai belum optimal.
Disebutkan, total penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang mencapai sekitar Rp155 miliar kini hanya tersisa sekitar Rp63 miliar. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas dan akuntabilitas pengelolaan dana daerah.
“Jika sertifikat dijadikan syarat mutlak, faktanya manajemen lama juga memilikinya. Namun hasilnya tidak sebanding dengan besarnya dana publik yang telah disertakan. Ini harus menjadi bahan evaluasi bersama,” tegasnya.
Selain itu, untuk meningkatkan kualitas seleksi dan membuka ruang partisipasi publik, panitia seleksi didorong agar menggelar debat terbuka antar calon direktur. Melalui forum tersebut, masyarakat diharapkan dapat menilai secara langsung visi, kapasitas, serta kemampuan para kandidat dalam mengelola Perumdam Tirta Argapura ke depan.Dan jika ada putra Daerah yang mumpuni kenapa tidak dipertimbangkan..
“Debat terbuka penting agar publik mengetahui kualitas dan gagasan calon direktur PDAM yang akan mengelola pelayanan air bersih dan keuangan daerah,” imbuhnya.
Harapannya, direktur Perumdam Tirta Argapura yang terpilih nantinya benar-benar sosok yang kompeten, profesional, dan mampu membawa Kabupaten Probolinggo menuju tata kelola perusahaan daerah yang lebih baik, sehat, dan berkelanjutan demi terwujudnya daerah yang lebih SAE.
penulis : Moch zaini/juaeni
