Deteksi Dini Tbc, Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bangkinang Jalani Skrining Kesehatan

Sidik-investigasi.com – Bangkinang – Dalam upaya meningkatkan deteksi dini penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TBC), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang melaksanakan kegiatan skrining kesehatan bagi ratusan Warga Binaan, Kamis (09/04/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,

World Health Organization (WHO), serta didukung oleh Global Fund TBC, guna menekan angka penyebaran penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Arian Adibowo, menjelaskan bahwa skrining dilakukan melalui serangkaian tahapan yang melibatkan tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar.

“Proses diawali dengan pendaftaran peserta oleh tim, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan serta penentuan suspek TBC melalui skrining gejala yang ditangani oleh dokter,” jelasnya.

Lebih lanjut, tim medis dari dinas Kesehatan Kabupaten Kampar bersama Dokter Lapas Bangkinang, dr. Nela menyampaikan bahwa kegiatan skrining ini tidak hanya berfokus pada TBC, tetapi juga mencakup deteksi penyakit menular lainnya seperti HIV dan hepatitis.

Hal ini bertujuan untuk menemukan kasus secara dini serta memberikan penanganan yang cepat dan tepat.

“Dari hasil rontgen akan dilakukan pembacaan radiologi sebagai dasar tindak lanjut pemeriksaan TCM pada kasus TBC. Langkah ini penting untuk mencegah potensi penularan yang lebih luas di masa mendatang,” ujar salah satu dokter yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam pencegahan penyebaran TBC di dalam lapas.

Menurutnya, kondisi overkapasitas yang kerap terjadi di lapas menjadi salah satu faktor risiko tingginya penularan penyakit, terutama yang menyebar melalui udara.

“Kegiatan ini sangat penting sebagai upaya deteksi dini. Dengan kondisi hunian yang padat, potensi penularan TBC cukup tinggi. Oleh karena itu, warga binaan yang terindikasi suspek nantinya akan ditempatkan di ruang isolasi sebagai langkah antisipatif,” tegasnya.

Pihak lapas juga terus mengintensifkan edukasi kepada warga binaan mengenai pentingnya menjaga kesehatan.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan bahaya penyakit menular serta mendukung keberhasilan program pembinaan di dalam lapas.

“Kami melihat antusiasme warga binaan dalam mengikuti kegiatan ini. Hal ini menjadi indikator positif bahwa kesadaran terhadap pentingnya kesehatan semakin meningkat,” pungkasnya.

#KemenimipasRI
#AgusAndrianto
#SilmyKarim
#ditjenpas
#mashudi
#GunGunGunawan
#PemasyarakatanRiau
#Maizar
#alexanderlismanputra
#LapasBangkinang
#skrinningtbc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *