Skandal SK Siluman PPPK: Honorer Asli Disingkirkan, Erens Feninlambir Diduga Dalamnya

Skandal SK Siluman PPPK: Honorer Asli Disingkirkan, Erens Feninlambir Diduga Dalang

Saumlaki, Sidik-investigasi.com

Skandal besar mengguncang Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Ratusan honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun terlempar dari seleksi PPPK, digantikan oleh peserta “siluman” yang bermodalkan SK bodong. Lebih memalukan lagi, dalang dari praktik kotor ini diduga adalah anggota DPRD aktif, Erens Feninlambir. 6/7/2025

Kebusukan ini terungkap dalam rapat paripurna DPRD bersama Panitia Seleksi Daerah (Panselda) pada Kamis, 3 Juli 2025. Dalam forum resmi tersebut, Erens, anggota Komisi II dari Partai Amanat Nasional (PAN), dengan enteng mengakui bahwa SK fiktif dikeluarkan atas perannya.

“Saya yang bilang kapus bikin mereka punya SK siluman. Siapa di sini yang mau bantah saya?” tantangnya keras di ruang sidang, seolah tak gentar meski jelas telah mengungkap kejahatan administrasi.

Pengakuan itu menyulut amarah. Ivonila Sinsu, anggota DPRD dari PKB, langsung meledak dan walkout dari ruang sidang. Ia menyebut persekongkolan ini sebagai bentuk penghianatan terhadap masyarakat Tanimbar yang telah mencurahkan tenaga dan waktu di jalur pengabdian.

“Katanya mau bantu orang Tanimbar, tapi yang jadi korban justru rakyat sendiri. Jangan main dosa! Ini sidang hanya jadi sandiwara karena semua sudah terlibat,” tegasnya penuh emosi.

Sidang paripurna yang seharusnya menjadi ruang klarifikasi dan pembenahan, berubah menjadi panggung pengakuan dosa terbuka. Erens tidak hanya menyingkap praktik manipulasi, tetapi juga menyeret sejumlah nama dari lingkaran pejabat — kepala puskesmas, kepala dinas, hingga oknum dalam tubuh legislatif.

Fakta bahwa SK palsu bisa lolos ke sistem seleksi membuktikan bahwa kolusi dan nepotisme masih hidup subur di jantung birokrasi Tanimbar. Ribuan masyarakat kini bertanya: berapa banyak honorer asli yang dikorbankan demi ambisi politik dan keuntungan pribadi?

Skandal ini harus menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk menyelidiki tuntas siapa saja yang terlibat. Jika tidak, maka Tanimbar akan terus menjadi ladang subur bagi kejahatan berjubah jabatan.

Rakyat butuh keadilan. Bukan panggung pencitraan.

Reporter : ( BN ) Tanimbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *