Uskup Maumere Pada Komuni pertama Siswa SLB Bhakti Luhur dan Floresta : Mereka Lemah Tetapi Mutiara Allah
Sikka. Sidik investigasi.com
21 September 2025, Komuni Pertama Bagi 38 Siswa SLB Bhakti Luhur Maumere dan Floresta yang dipimpin oleh yang Mulia Bapak Uskup dan belasan Imam Baru Keuskupan Maumere dan bersama Rm Feliks dan Pater Dion.

Tahun ini puji Tuhan sungguh membawa berkat untuk mereka pada moment perayaan komuni pertama yang sudah diprogramkan oleh sekolah untuk Bapak Uskup mempersembahkan misa bagi anak anak komuni pertama di SLB Bhakti luhur Maumere dibawah asuhan para suster ALMA.
Dalam program kerohanian yang disetujui oleh bapak Uskup komuni pertama setiap dua tahun sekali dan tahu ini yg kedua, ini merupakan sebuah bentuk perhatian, dukungan dan kepedulian yang begitu besar seorang gembala untuk anak anak berkebutuhan khusus dengan berbagai ragam disabilitas, perayaan komuni ini dilakukan oleh dua sekolah di kota Maumere yaitu SLB Bhakti luhur Maumere dan Floresta, jumlah peserta komuni ada 38 orang.

Ketua panitia ibu Filomena Padu bersama tim liturgi telah mempersiapkan cukup panjang untuk pembinaan juga pembinaan orang tua yang diberikan oleh Sr.Corrie,ALMA dan Sr. Yosefina Luruk, ALMa hingga pengakuan doa utk anak dan orang tua oleh Rm Feliks dan Rm.Fancy.
Perayaan dilangsungkan dengan amat sakral, dan penuh hikmat.
Dalam Homili Uskup Maumere Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, Pr mengungkapkan mereka lemah tapi mereka teladan iman bagi kita, didalam hati mereka ada sebuah kerinduan untuk bersatu dengan Kristus melalui penerimaan Tubuh dan Darah Kristus dan itulah inti iman kita.
“Pada momen inilah mereka dengan kesederhanaan dan ketulusan serta kerinduan akan kehadiran Tuhan, ” tegas Uskup Ewal.
Dikatakan pula pada hari ini teguran yang keras untuk kita bahwa mereka yang lemah tetapi di mata Allah mereka adalah mutiara Allah.
Dimata dunia lanjut Uskup mereka lemah, Dimata Allah mereka dikasih Allah. Gereja kita bukan memanggil untuk semua. Kita tidak bisa mengabdi kepada mamon, anak anak mengajarkan sesuatu yang sederhana. Memberi dengan tulus dan mengandalkan Tuhan dengan tulus Kebahagiaan sejati adalah melalui komuni pertama kita diajak untuk mengandalkan Tuhan dalam hidup kita.Orang tua penerima komuni ini mengajak kita untuk bertobat.Anak anak yang menerima komuni mereka rindu datang kepada Tuhan, iman yang sederhana, tulus dan rendah hati,dari mereka kita belajar, misa adalah kekuatan iman kita.
“Terima kasih kepada Bapak Uskup pecinta anak anak disabilitas, ” kata Suster Corrie, ALMA.
Reporter Yuven Fernandez, Sikka, NTT
