Deli Serdang –Sidik-investigasi.com
SidikInvestigasi.com.
Bencana alam banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Deli Serdang. Kali ini, Dusun III B, Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, menjadi lokasi terparah setelah 27 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang merendam rumah warga hingga mencapai tiga meter. Peristiwa ini terjadi akibat meluapnya Sungai Belumai setelah hujan deras mengguyur wilayah sekitar sejak Rabu malam.
Banjir besar tersebut membuat warga tidak memiliki pilihan selain menyelamatkan diri ke rumah kerabat dan posko darurat. Posko tersebut didirikan oleh Kepala Desa Limau Manis, Dodi Saputra, bersama perangkat desa dan masyarakat setempat untuk memastikan warga terdampak mendapatkan tempat yang aman.
Saat ditemui wartawan di Posko Kebanjiran, Kamis (27/11/25) sekitar pukul 17.45 WIB di Gang Turi dekat lokasi banjir, Kades Dodi Saputra menjelaskan bahwa seluruh warga yang terdampak kini sudah berada di lokasi pengungsian. Menurutnya, keselamatan warga menjadi prioritas utama selama masa tanggap darurat.
“Semua warga yang terkena musibah kebanjiran sudah kita tampung di posko yang kita dirikan bersama masyarakat. Kami memastikan kebutuhan dasar warga tetap tersedia selama mengungsi,” ujar Dodi.
Selain penanganan sementara, bantuan juga mulai berdatangan. Pada Kamis sore, warga terdampak telah menerima makanan siap saji dari Anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang Fraksi PKS, Andi Baso Ariaji Sormin. Bantuan tersebut disalurkan langsung ke posko untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban.
“Tadi masyarakat yang rumahnya terdampak banjir sudah mendapat bantuan makanan siap saji dari Pak Andi Baso Ariaji Sormin. Kami sangat berterima kasih atas perhatian tersebut,” lanjut Dodi.
Sementara itu, kondisi banjir di Dusun III B masih cukup parah. Genangan air setinggi dada hingga leher orang dewasa terlihat masih bertahan di beberapa titik. Warga berharap pemerintah daerah dapat segera menurunkan bantuan tambahan berupa perahu karet serta kebutuhan logistik lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah desa bersama relawan masih terus melakukan pemantauan kondisi air Sungai Belumai serta mendata kerugian warga. Masyarakat berharap penanganan cepat dilakukan agar banjir tidak semakin meluas dan aktivitas warga dapat kembali normal.
Sormin
