Kegiatan Studi Banding Media Online Bersama Aktivis Lingkungan Hidup

Palu–Makassar, 15 November 2025 —Sidik-Investigasi.com

Sejumlah jurnalis dari berbagai media nasional dan regional, termasuk Fajaraktual.com, Sidik-investigasi.com, Mnctvona.com, dan Jejakmaung.com, melaksanakan kegiatan studi banding pengembangan peliputan di dua kota besar Indonesia Timur, yakni Palu (Sulawesi Tengah) dan Makassar (Sulawesi Selatan). Kegiatan ini turut melibatkan berbagai aktivis lingkungan hidup sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pemberitaan, khususnya terkait isu-isu ekologis yang semakin menjadi perhatian publik.

Kolaborasi Pers dan Aktivis Lingkungan

Dalam kegiatan ini, para jurnalis melakukan dialog terbuka dengan aktivis pemerhati lingkungan dari sejumlah organisasi lokal seperti Forum Hijau Palu, Laskar Bumi Sulsel, hingga pegiat lingkungan independen yang selama ini aktif melakukan pengawasan lapangan terhadap aktivitas pertambangan, kerusakan hutan, dan pencemaran sungai.

Koordinator kegiatan, Heri Lasabuda, mengatakan bahwa media memiliki peran strategis dalam mengawal isu-isu lingkungan agar tidak tenggelam oleh kepentingan politik maupun ekonomi.

“Kami sadar dunia pers butuh penguatan kapasitas, terutama dalam liputan investigasi lingkungan. Studi banding ini membuka wawasan baru bagi jurnalis tentang bagaimana membangun pemberitaan yang akurat, berbasis data, dan memihak pada kelestarian alam,” ujarnya.

Kunjungan Lokasi dan Diskusi Teknis Peliputan

Selama dua hari kegiatan, rombongan jurnalis mengunjungi beberapa titik yang sebelumnya menjadi sorotan, antara lain:

Daerah Aliran Sungai (DAS) Poboya, Palu, lokasi yang terdampak aktivitas tambang emas rakyat dan perusahaan.

Kawasan pesisir Makassar, yang mengalami abrasi dan penurunan kualitas air laut akibat sedimentasi dan limbah industri.

Lokasi rehabilitasi mangrove di Maros, sebagai contoh keberhasilan restorasi berbasis masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, para pegiat lingkungan memberikan penjelasan langsung terkait kondisi lapangan, metode dokumentasi visual, validasi data, hingga pentingnya mengonfirmasi informasi kepada regulator agar pemberitaan tetap berada pada koridor profesional.

Penguatan Kompetensi Jurnalis

Di Makassar, para peserta juga mengikuti workshop terkait:

Teknik investigasi mendalam (in-depth reporting)

Cara mengelola data lingkungan hidup

Penerapan kode etik jurnalistik dalam isu sensitif

Strategi menjaga keselamatan jurnalis di lapangan

Model kolaborasi media–aktivis dalam pengawasan publik

Pemimpin Redaksi Fajaraktual.com menyebut kegiatan ini menjadi tonggak baru untuk meningkatkan kualitas pemberitaan media lokal.

> “Kami ingin jurnalis di daerah tidak hanya menjadi pelapor peristiwa, tetapi juga pengawal kebijakan. Studi banding Palu–Makassar ini mempertegas komitmen media untuk semakin responsif terhadap isu lingkungan,” katanya.

Harapan Ke Depan

Aktivis lingkungan berharap kolaborasi dengan media dapat terus berjalan, terutama dalam mengawal kasus-kasus yang melibatkan pencemaran, pertambangan ilegal, hingga dugaan pembiaran oleh pihak tertentu.

> “Lingkungan bukan hanya milik aktivis, tetapi juga milik pers, pemerintah, dan masyarakat. Ketika media kuat, transparansi juga menguat,” ujar salah satu aktivis dari Laskar Bumi Sulawesi.

Kegiatan studi banding ini rencananya akan menjadi agenda rutin tahunan dan akan diperluas ke provinsi lain seperti Gorontalo, Maluku, dan Papua Barat guna memperkaya wawasan jurnalis serta memperkuat jaringan peliputan lintas daerah.

Redaksi team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *