Sidik-investigasi.com – Bangkinang – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui pelatihan tata boga yang resmi dibuka pada Senin (13/04/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara pihak Lapas Bangkinang dengan Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Kampar (DPPKBP3A), sebagai bagian dari upaya membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.
Acara pembukaan yang berlangsung di aula lapas dihadiri oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Arian Adibowo, mewakili Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Kampar, Drs. Edi Afrizal, M.Si., instruktur pelatihan Hasmanita, serta jajaran petugas dan warga binaan peserta pelatihan.
Dalam sambutannya, Arian Adibowo menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan wujud nyata pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
“Melalui pelatihan tata boga ini, kami berharap setiap warga binaan memiliki bekal keterampilan yang dapat menjadi modal berharga saat kembali ke tengah masyarakat, bahkan mampu membuka peluang usaha secara mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Kampar, Drs. Edi Afrizal, M.Si. menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan baik antara pihak lapas dan instansi terkait dalam mendukung program pembinaan.
Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kedisiplinan, serta rasa percaya diri bagi para peserta.
Pelatihan tata boga ini diikuti oleh 28 orang warga binaan yang merupakan petugas dapur lapas dan telah melalui proses seleksi berdasarkan minat serta potensi di bidang kuliner.
Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan materi teori dan praktik, mulai dari pengenalan bahan, teknik memasak, penyajian makanan, hingga penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan.
Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan, tidak hanya bagi warga binaan selama menjalani masa pidana, tetapi juga sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.
Dengan keterampilan yang dimiliki, mereka diharapkan dapat berkontribusi secara positif serta memiliki daya saing di dunia kerja maupun usaha mandiri.
Melalui pelatihan berbasis keterampilan ini, Lapas Kelas IIA Bangkinang terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pemasyarakatan yang produktif, serta mencetak warga binaan yang mandiri, kreatif, dan siap berdaya saing.
