Sikka, NTT. sidik Investigasi. Com
Yayasan Payung Perjuangan Humanis ( PAPHA) Indonesia di Maumere memberikan apresiasi yang tinggi kepada pimpinan dan staf Guru SMA Muhammadyah Maumere yang punya perhatian dan kepedulian kesehatan mental peserta didiknya.

“Satu-satunya sekolah yang mengikuti pelatihan yang digelar PAPHA dan merespons cepat dengan mengundang Yayasan PAPHA mengadakan Pelatihan Kesehatan Jiwa bagi para guru dan peserta didik SMA Muhammadyah Maumere pada awal tahun pelajaran Bulan Juni 2025 lalu, “ujar CO Yayasan PAPHA Indonesia Maumere Sofia Maria Dolorosa S. Kep, NS, Sabtu ( 25/10/2025).
Di sela-sela kegiatan lomba kesehatan jiwa yang digelar di SMA Muhammadyah Maumere Sofi akrab disapa mengungkapkan lomba yang digelar di sekolah tersebut sebagai tindak lanjut dari pelatihan yang digelar PAPHA diikuti guru Bimbingan Penyuluhan beberapa waktu lalu. Utusan SMA Muhammadyah sebagai salah satu peserta pelatihan meminta adanya kegiatan kesehatan jiwa yang melibatkan peserta didik.
“Sebagai tindak lanjut diselenggarakan lomba keswa dengan lima kegiatan lomba yakni baca puisi, pidato, orasi, cerdas cermat dan lomba konten edukasi , ” jelas Sofi.

Kegiatan lomba demikian Sofi mengusung tema umum ” Suara Pemuda, Bahasa Jiwa : Merawat Mental, Menguatkan Bangsa” bertujuan meningkatkan kesadaran dan literasi kesehatan jiwa di lingkungan sekolah dan hasil yang dicapai peserta didik menyadari pentingnya kesehatan jiwa.
Dalam lomba ini menghadirkan tim juri dari petugas keswa dan guru SMA Muhammadyah yakni Ordorico M. M. B Woda, Muhamad Sukri, Dian Syahru Atangge dan Sutiani.
Pantauan media ini para peserta didik antusias mengikuti lomba yang digelar Yayasan PAPHA. Para peserta didik baik secara perorangan maupun kelompok duduk di emperan kelas sambil mempersiapkan diri untuk tampil.
Antusiasme peserta didik ini diakui pula Ketua Ikatan Pelajar Muhammadyah Izet Big Hovic. Kepada Sidik.Investigasi.com Izet mengatakan lomba ini ditanggapi positif oleh teman- teman dengan penuh antusias.

“Yayasan PAPHA memberikan ruang kepada kami peserta didik mengungkapkan diri lewat lima jenis lomba agar mendapatkan wawasan yang luas dan juga sebagai edukasi tentang kesehatan jiwa, ” kata Izet.
Lebih lanjut Izet mengatakan sebagai generasi muda yang masih labil dengan memahami kesehatan jiwa tentunya membantu mengelola stres, kecemasan dan tekanan sosial dengan lebih baik selama masa transisi menuju kedewasaan.
Sementara Kepala SMA Muhammadyah Abdul Kholiq, S.E. M.M, mengakui sejak tahun ajaran 2025 Yayasan PAPHA gandeng petugas keswa Puskesmas memberikan pelatihan kesehatan jiwa bagi guru dan peserta didik dan skrining.
“Pihak sekolah menyambut positif lomba yang digelar Yayasan PAPHA dan kerjasama pihak terkait untuk menangani kesehatan jiwa para peserta didik. Jika peserta didik yang merupakan generasi muda dibantu untuk paham dan menyadari tentang kesehatan jiwanya menyongsong generasi Emas 2045 tidak diidentikkan dengan generasi cemas, ” kata Abdul.
Dikatakan, peserta didik yang memiliki kesehatan mental yang baik cendrung lebih mudah berkonsentrasi, memahami pelajaran dan memiliki motivasi tinggi untuk belajar.
“Selain itu mereka juga mampu membangun hubungan sosial yang positif dengan teman sebaya dan guru dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, ” tambah Abdul.
Ia juga menilai lomba yang digelar semuanya bertemakan kesehatan jiwa dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa mendorong partisipasi aktif peserta didik untuk mengikuti lomba.
“Kegiatan lomba ini tentu akan menyita waktu peserta didik untuk mempersiapkan diri dengan baik sehingga mengurangi ketergantungan dengan gadget, “ungkap Abdul.
Untuk diketahui Yayasan PAPHA merupakan bagian dari Konsorsium Bersama Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat ( JPM) Kupang dan Yayasan Ayo Indonesia Manggarai didukung CBM Global Disability Inclusion Indonesia dan Australian Aid. Konsorsium ini menjalankan Program BERSAHAJA ( Bersama untuk Flores yang sehat jiwa) di Sikka dan Manggarai.
Reporter : Yuven Fernandez, Sikka NTT
