Anarkis di Probolinggo: Sopir Truk Dikeroyok Keluarga Debt Collector, Polisi Diminta Bertindak Tegas

Probolinggo, sidik-investigasi.com – Probolinggo, 13 Februari 2026 – Sebuah insiden anarkis yang mengejutkan terjadi di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Probolinggo, saat seorang sopir truk berinisial M dikeroyok oleh keluarga debt collector berinisial S. Insiden ini bermula dari upaya mediasi terkait penebusan sepeda motor yang disita oleh S.

M mendampingi korban perampasan motor untuk menemui S di kediamannya pada Kamis (12/2/2026) sekitar jam 16.00. Namun, negosiasi gagal karena S meminta uang tebusan Rp3 juta, sedangkan korban hanya menyanggupi Rp1,5 juta. Ketegangan memuncak, dan S melayangkan pukulan pertama kepada M. Keluarga S, termasuk istri dan mertuanya, juga ikut melakukan pemukulan.

M mengalami luka-luka dan mendapatkan perlakuan kasar di hadapan keluarga korban yang didampinginya. Pihak korban dan sopir truk melaporkan kejadian ini ke Polsek Kraksaan untuk diproses secara hukum. “Kami menuntut agar polisi bertindak tegas terhadap oknum debt collector dan keluarganya yang terlibat dalam aksi anarkis ini,” kata perwakilan LSM.

Insiden ini menjadi perhatian masyarakat Probolinggo, yang menuntut agar pihak berwajib mengambil tindakan tegas terhadap praktik premanisme yang berkedok penagihan utang. “Kami berharap polisi dapat memberikan efek jera kepada pelaku dan melindungi masyarakat dari tindakan anarkis semacam ini,” tambah perwakilan LSM.

Polsek Kraksaan telah menerima laporan dan berjanji untuk mengusut kasus ini secara tuntas. “Kami akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku,” kata Kapolsek Kraksaan, AKP Iko.

Masyarakat Probolinggo berharap agar kasus ini dapat diselesaikan dengan adil dan memberikan rasa aman bagi warga. “Kami ingin hidup dalam lingkungan yang aman dan damai, tanpa adanya tindakan anarkis dan premanisme,” kata salah satu warga.

Sementara itu, M masih dalam perawatan di rumah sakit akibat luka-luka yang dialaminya. “Kami berharap M dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa,” kata perwakilan LSM.

Kasus ini masih dalam penyelidikan polisi, dan masyarakat Probolinggo berharap agar kasus ini dapat diselesaikan dengan adil dan memberikan efek jera kepada pelaku.


Penulis : H candra/moch zaini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *