Desa Imigrasi Permu Luncurkan Program Satu Desa Satu Hektar Jagung untuk Ketahanan Pangan

sidik-investigasi.com, Kepahiang – Pemerintah Desa Imigrasi Permu, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu resmi meluncurkan program lomba ketahanan pangan satu desa satu hektar pada Senin (25/8/2025). Program ini ditandai dengan kegiatan penanaman jagung serentak di lahan seluas satu hektar yang diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.

Acara peresmian berlangsung di Kelurahan Padang Lekat, RT 17/RW 03, Kepahiang. Turut hadir sejumlah pejabat penting, mulai dari Kapolres Kepahiang, Kapolsek Kepahiang, perwakilan Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Camat Kepahiang, Lurah setempat, Ketua Apdesi, beberapa kepala desa di Kabupaten Kepahiang, hingga tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan masyarakat ini menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama.

Kepala Desa Imigrasi Permu, M. Yunis, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program satu desa satu hektar jagung ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan pangan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam produksi pangan lokal. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar lomba, tetapi juga sebuah gerakan nyata dalam mewujudkan kemandirian pangan desa.

“Pelaksanaan penanaman jagung secara serentak di lahan seluas satu hektar diharapkan bisa menjadi contoh bagi desa lain. Lebih dari itu, program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga ketahanan pangan. Dengan adanya kerja sama antara pemerintah daerah, dinas pertanian, kepolisian, hingga sektor swasta, kita optimistis hasilnya akan maksimal,” ungkap M. Yunis.

Desa Imigrasi Permu Luncurkan Program Satu Desa Satu Hektar Jagung untuk Ketahanan Pangan sidik-investigasi.com

Program ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Dinas pertanian memberikan bantuan teknis, aparat kepolisian memastikan keamanan jalannya kegiatan, sementara masyarakat dilibatkan secara aktif dalam proses penanaman hingga perawatan lahan.

Dukungan logistik dan teknis tersebut diyakini mampu meningkatkan produktivitas jagung dan memastikan keberhasilan program. Selain itu, adanya evaluasi rutin diharapkan dapat menilai sejauh mana manfaat program ini dirasakan langsung oleh masyarakat desa.

“Melalui kegiatan ini kita berharap tercipta ketersediaan pangan yang stabil di tingkat desa. Lebih jauh, hal ini bisa memperkuat ketahanan pangan lokal dan memberi kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional,” lanjut Kepala Desa.

Selain meningkatkan ketersediaan pangan, program ini juga diharapkan dapat memicu semangat gotong royong di kalangan masyarakat desa. Dengan adanya keterlibatan langsung petani dan warga, produksi pangan lokal akan semakin berkembang dan berkelanjutan.

“Harapan kita, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut ambil bagian secara aktif. Dengan begitu, desa Imigrasi Permu bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Kepahiang dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan,” tutup M. Yunis.

Program satu desa satu hektar jagung ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah desa bersama masyarakat mampu bersinergi untuk membangun kemandirian pangan. Jika berkelanjutan, inisiatif ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat lokal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi besar bagi ketahanan pangan di Provinsi Bengkulu. (Adv/Debi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *