Probolinggo, sidik-investigasi.com = PROBOLINGGO – Proses seleksi calon Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo terus bergulir dan mendapatkan atensi luas dari masyarakat. Harapan besar kini digantungkan di pundak Panitia Seleksi (Pansel) untuk melahirkan pemimpin baru yang mampu membawa perusahaan pelat merah tersebut menjadi entitas bisnis yang mandiri, profesional, dan profitable (menguntungkan).
Di tengah tahapan seleksi yang sedang berjalan, apresiasi positif mengalir deras kepada tim Pansel. Sejumlah kalangan menilai kinerja Pansel kali ini patut diacungi jempol dan mendapat pujian setinggi langit karena dinilai telah menunjukkan standar transparansi yang luar biasa.
”Kita harus memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pansel. Sampai tahap ini, mereka terlihat bekerja sangat profesional, terbuka, dan transparan dalam setiap pengumuman tahapan. Ini adalah modal kepercayaan publik yang sangat mahal dan harus dijaga sampai akhir proses,” ujar salah satu tokoh pemerhati kebijakan publik di Probolinggo, menanggapi dinamika seleksi, Minggu (21/12/2025).
Keterbukaan Pansel dalam mengumumkan hasil administrasi secara rinci dinilai sebagai langkah maju untuk menepis kecurigaan adanya “permainan” di belakang layar. Kendati demikian, Pansel diminta untuk tidak lengah dan semakin meningkatkan kehati-hatian dalam meneliti rekam jejak para kandidat di tahapan selanjutnya.
Sorotan tajam pun diarahkan pada komposisi pelamar. Meski diakui bahwa melamar pekerjaan adalah hak asasi setiap warga negara, namun Pansel diingatkan untuk bersikap objektif dan kritis, terutama terhadap kandidat yang berasal dari unsur internal atau pengurus lama PDAM yang saat ini mencoba peruntungan kembali untuk menjadi direktur.g
Publik mendesak agar Pansel tidak memberikan “kesempatan kedua” bagi figur-figur yang dinilai turut andil dalam buruknya kinerja PDAM pada periode-periode sebelumnya.
”Memang melamar adalah hak setiap warga negara, tidak ada yang melarang. Namun, Pansel harus menggunakan logika objektif dan kehati-hatian tingkat tinggi. Jangan sampai memberikan peluang kepada pengurus atau orang-orang yang selama ini ada di dalam sistem PDAM saat kondisinya sedang terpuruk,” tegasnya.
Peringatan ini bukan tanpa alasan. Merujuk pada data penyertaan modal yang menyusut drastis serta kinerja perusahaan yang dinilai ‘bobrok’ dalam beberapa tahun terakhir, rasanya tidak etis jika aktor-aktor yang terlibat di dalamnya justru ingin kembali memimpin.
penulis : Moch Juaeni/Zaini
