Maria Dara Sintani, S. Ag. : Merawat ABK Dengan Tulus, Sumber Segala Rahmat
Sikka. Sidik-Investigasi.com
Kisah seorang Lajang yang mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus adalah cerita tentang dedikasi, cinta yang terpancar keluar dari pengabdian yang tulus.
Sejak Semester 1 kuliah pada tahun 2019 di STP-IPI Malang Jawa Timur tak pernah terbayang dalam pikiran Maria Dara Sintani ( 23) untuk menjadi Pendamping Anak Berkebutuhan Khusus ( ABK).
“Saya datang dari Kampung dan punya satu tujuan kuliah Agama dengan Beasiswa Ikatan Dinas. Setibanya di Malang salah satu hal yang harus saya jalani agar dapat kuliah adalah merawat dan mengasuh Anak Berkebutuhan Khusus, ” kata Dara mengawali perbincangan dengan Sidik. Investigasi.com Senin (23/6/2025).
Meski berat lanjut Bungsu buah kasih dari Pasutri Witerman dan Idah ini berusaha menjalani dengan sukacita. Dengan demikian tidak pernah merasa terbebani.
“Saya merasa ABK ini seperti merawat anak saya sendiri walau masih muda dan belum menikah dan melahirkan tapi merawat mereka dengan kasih yang terpancar keluar dari lubuk hati yang tulus sehingga tidak menjadi beban, ” ujar Lajang dari Palangkaraya Kalimantan Tengah ini.
Menjadi orang tua di sekolah bagi ABK demikian Dara, membuktikan bahwa kasih sayang tidak terbatas pada hubungan darah atau status pernikahan.
Dara yang sudah 2 tahun mengabdi di SLB Bhakti Luhur Maumere mengatakan bahwa cinta dan komitmen dapat mengatasi segala rintangan dalam merawat dan mendamping anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.
Walau sudah 6 tahun berbakti di Yayasan Bhakti Luhur Malang bagi jebolan STP- IPI Prodi Pelayanan Pastoral di tahun 2023,hingga sampai saat ini bertahan dan mengabdi dengan tulus karena memandang ABK sebagai sumber segala rahmat. Karena Dara yakin dan percaya bahwa anak-anak dan orang tua ABK pasti mendoakan orang yang merawat mereka dengan hati yang tulus.
Berprofesi sebagai Guru Agama, Katekis sekaligus Guru Kelas Tunagrahita membutuhkan kesabaran plus dan mendampingi dengan tulus. “Kalau tidak tulus pasti merasa terbebani. Namun jika tulus dan dipadukan dengan cinta tidak pernah menjadikan semua sebagai beban, ” kata Dara.
Di akhir perbincangan Dara mengharapkan agar orang tua ABK tidak larut dalam keputusasaan merawat anaknya yang berkebutuhan khusus tapi bangkit dan bersinergi bersama guru dan therapist untuk menjadikan ABK mandiri dan berdaya guna.
Reporter : Yuven Sikka NTT
