Peletakan Batu Pertama Gedung Terapi Serba Guna SLB Bhakti Luhur Maumere Didahului Dengan Perayaan Ekaristi

Peletakan Batu Pertama Gedung Terapi Serba Guna SLB Bhakti Luhur Maumere Didahului Dengan Perayaan Ekaristi

 

Sikka.Sidik.Investigasi.com

Kerinduan untuk mendapatkan gedung terapi bagi Anak Berkebutuhan SLB Bhakti Luhur Maumere Kabupaten Sikka Flores NTT terjawab sudah. Acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Terapi Serba Guna diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Pastor Dion Juang, M. I didampingi Romo Feliks Dari, Pr bertempat di Kapela ALMA Sabtu ( 9/8/2025).

Dalam kotbahnya Romo Feliks mengatakan peletakan batu pertama sebagai simbol akan syukur yang berlimpah dalam pekerjaan dengan fondasi utama adalah campur tangan Tuhan.

” Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Membangun rumah terapi sebagai tempat untuk untuk digunakan oleh anak-anak berkebutuhan khusus agar mereka bertumbuh sesuai dengan rencana dan kehendak Tuhan. Dan akan menjadi tempat bagi banyak orang untuk menngembangkan berbagai keterampilan,” ujar Romo Feliks.

Romo Feliks juga melanjutkan Perayaan Ekaristi hari ini sekaligus Pembukaan Tahun Ajaran Baru dengan mengundang dan melibatkan Tuhan dalam segala kegiatan pembelajaran sepanjang tahun pelajaran 2025/ 2026.

Selain itu perayaan syukur atas pengabdian Ibu Muryati sebagai Pengawas SLB Bhakti Luhur Maumere hingga purna tugas. Pengabdian yang sungguh- sungguh dilakukan dengan segala kemampuan dan tanggung jawab hingga masa purna tugas.

Usai perayaan Ekaristi Kudus Pembukaan Tahun Ajaran Baru 2025 / 2026, dan perpisahan dengan Ibu Muryati Pengawas SLB Bhakti Luhur yang purna tugas dilaksanakan acara peletakan batu pertama pembangunan gedung terapi serba guna di halaman SLB Bhakti Luhur Maumere.

Upacara sabda Peletakan batu pertama ini dipimpin Romo Feliks Dari, Pr didampingi Pastor Dion Juang, M.I disaksikan Kepala SLB Bhakti Luhur Maumere, Pengawas dan Orang tua peserta didik SLB Bhakti Luhur Maumere.

Kepala SLB Bhakti Luhur Maumere Suster Corrie, ALMA menegaskan latar belakang pembangunan gedung terapi serba guna untuk memenuhi kebutuhan- kebutuhan penanganan dengan berbagai hambatan pada peserta didik berkebutuhan khusus dan mengembangkan minat dan bakat yang mereka miliki.

Dikatakan pula fakta yang terjadi di lapangan jumlah peserta didik ABK yang terus bertambah maka penerimaan peserta didik kami batasi. Solusi yang diupayakan adalah ruang kelas yang ada disekat.

Solusi berikutnya banyak orang tua mendaftar dan minta anak diterapi tapi tidak ada ruangan.

“Sejak Januari 2025 kami gunakan sementara ruang perpustakaan untuk latihan musik dan terapi 3 M menggunakan ruang guru selama jam pembelajaran, ” jelas Suster Corrie.

“Harapan saya kiranya pembangunan gedung ini dapat berjalan dengan lancar dan mendapat perhatian dari berbagai pihak yang peduli dengan orang-orang kecil, disabilitas, terlantar. Saya juga berterimakasih kepada para dermawan yang telah memberikan perhatian, dukungan dan bantuan untuk pembangunan. Kiranya berkat doa anak-anak Tuhan melimpahkan berkat kepada keluarga mereka, “ungkap Suster Corrie asal Manggarai ini.

Sementara Ketua Panitia Albert Benbao pada kesempatan itu meminta orang tua peserta didik untuk menyukseskan kegiatan pembangunan gedung terapi serba guna untuk memenuhi kebutuhan anak- anak kita.

” Jangan kita bangun gedung mewah tapi hanya hiasan belaka tapi isi gedung itu juga harus betul- betul diperhatikan, “ungkapnya.

Albert juga menyampaikan terimakasih kepada Ortu dan para donatur yang telah mengulurkan tangan kasih untuk pembangunan gedung terapi ini.

Ketua Paguyuban SLB Bhakti Luhur Maumere Fransiska Rohani memberikan apresiasi yang luar biasa atas langkah terobosan Kepala SLB Bhakti Luhur Maumere Suster Corrie.

“Walau baru 2 tahun memimpin SLB Bhakti Luhur Maumere tapi sudah membuat terobosan- terobosan yang sangat berarti untuk kemajuan SLB Bhakti Luhur Maumere, ” tandas Fransiska.

Ia juga optimis bahwa orang tua peserta didik akan berjuang untuk menyukseskan pembangunan gedung ini walau dengan keterbatasan tapi Tuhan akan membuka jalan untuk usaha- usaha baik bagi anak-anak berkebutuhan khusus ini.

Sedangkan Pimpro Pembangunan Gedung Terapi Serba Guna Heliyanto Moan Desa kepada Detikreportase.com mengatakan pengerjaan gedung berukuran 18 x 20 meter berlangsung selama 160 hari ( 4 bulan) dengan menelan dana 1 miliar lebih.

Yuven Fernandez, Sikka NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *