Minahasa Tenggara,Sidik-Investigasi.com
LSM Garda Timur Indonesia (GTI) melalui Ketua Umum Fikri Alkatiri menegaskan bahwa insiden kericuhan yang terjadi di Desa Malompar, Kabupaten Minahasa Tenggara, tidak ada kaitannya dengan konflik antar kelompok maupun antar umat beragama. Menurutnya, kejadian tersebut murni dipicu oleh beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab.
Fikri meminta seluruh pihak berhenti menyebarkan narasi bernuansa SARA, sebab hal itu hanya akan memperkeruh situasi dan dapat memecah kerukunan masyarakat yang selama ini terjaga.
“Jangan ada yang mencoba memanfaatkan insiden ini untuk mengadu domba antar warga maupun antar umat beragama. GTI menegaskan: ini bukan konflik agama, tapi ulah oknum. Kami meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada aparat penegak hukum,” tegas Fikri.
GTI juga mengimbau pemerintah daerah, tokoh adat, dan tokoh agama agar turut membantu menjaga stabilitas di lapangan serta mencegah penyebaran informasi yang tidak benar.
“Sulut dikenal sebagai daerah yang rukun dan toleran. Jangan biarkan oknum-oknum perusak memanfaatkan situasi untuk memecah belah,” tambahnya.
GTI berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan tidak termakan isu provokatif yang beredar di media sosial.
red
