Minahasa Selatan 14 Januari 2026 –Sidik-Investigasi.com
Praktik penyelewengan BBM subsidi jenis solar kembali terendus di SPBU Kapitu. Sosok yang disebut-sebut sebagai “Raja Solar”, Ko Ronaldo alias Opo, diduga kuat menguasai distribusi solar subsidi di SPBU tersebut dengan dibantu Marco, pemilik gudang penampungan yang lokasinya tidak jauh dari area SPBU.

Pantauan langsung wartawan di lokasi sejak pukul 06.00 Wita, antrean BBM solar subsidi tampak tidak wajar. Sekitar 99 persen kendaraan yang mengantre merupakan armada siluman yang diduga milik Marco dan Ko Ronaldo alias Opo. Armada tersebut keluar-masuk SPBU silih berganti, bahkan beberapa kendaraan terlihat bolak-balik melakukan pengisian.
Lebih mencengangkan, setiap kendaraan armada siluman diduga diisi solar subsidi dalam jumlah besar, mencapai 300 liter bahkan hingga 500 liter per kendaraan, jauh melebihi batas normal yang diatur dalam ketentuan distribusi BBM subsidi.
Sementara itu, kendaraan masyarakat umum justru menjadi korban. Salah satu mobil ekspedisi yang ditemui wartawan mengaku sudah mengantre sejak pukul 23.24 Wita malam sebelumnya, namun hingga pukul 09.00 Wita pagi, tidak juga mendapatkan solar subsidi.
“Kami sudah menunggu semalaman, tapi tidak kebagian. Antrian tidak bergerak karena mobil-mobil tertentu terus diisi,” ujar sopir ekspedisi dengan nada kecewa.
Karena tuntutan pekerjaan, kendaraan ekspedisi tersebut akhirnya terpaksa meninggalkan lokasi tanpa pengisian solar subsidi. Ironisnya, kendaraan tersebut hanya mampu mengisi BBM melalui galon, sebuah pemandangan yang mencerminkan buruknya tata kelola distribusi BBM subsidi di SPBU Kapitu.
Dugaan adanya pembiaran sistematis pun mencuat. Praktik ini berlangsung terang-terangan di pagi hari, menimbulkan pertanyaan besar terkait pengawasan aparat penegak hukum (APH) serta instansi terkait.
Masyarakat berharap APH, BPH Migas, Pertamina, dan Polda Sulawesi Utara tidak menutup mata terhadap dugaan mafia solar yang sudah merajalela dan merugikan negara serta rakyat kecil. Jika dibiarkan, keadilan dalam distribusi BBM subsidi hanya akan menjadi slogan tanpa makna.
Media akan terus melakukan pemantauan dan mendesak pihak berwenang untuk segera turun tangan serta menindak tegas para oknum yang diduga bermain dalam bisnis haram BBM subsidi ini.
Redaksi
